Selamat Datang di Portal Sekolah

Karena PR Bahasa Indonesia, Lintang Mati Dihukum


Karena PR Bahasa Indonesia, Lintang Mati Dihukum
hukuman fisik pada anak. Ilustrasi
TEMPO.CO , Jakarta:Wakil Bupati Majalengka, Karna Sobahi meminta Dinas Pendikan Majalengka menyelidiki penyebab tewasnya Lintang, 13 tahun. Siswi SMP Negeri 1 Palasah, Majalengka ini meninggal saat menjalani hukuman lari keliling lapangan oleh gurunya, karena tak mengerjakan PR Bahasa Indonesia. "Supaya penyebabnya makin terang benderang, harus diselidiki," kata Karna kepada Tempo, Jumat, 6 Februari 2015.

Lintang, siswi SMP Negeri 1 Palasah, Kabupaten Majalengka meninggal dunia usai dihukum oleh gurunya dalam pelajaran bahasa Indonesia. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Toto Sumianto mengatakan, berdasarkan keterangan kepala sekolah SMP Negeri 1 Palasah, Majalengka, korban dihukum karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

"Saat itu seorang guru memberikan hukuman kepada beberapa siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR)," kata Toto kepada Tempo, Jumat, 6 Februari 2015.

Untuk murid perempuan, hukuman berupa lari keliling lapangan sebanyak 10 kali. Sedangkan murid laki-laki dihukum lari 15 kali keliling lapangan. "Dalam hukuman itu tidak ada kekerasan, hanya diminta untuk berlari," kata Toto.

Namun baru lari dua keliling, korban sudah ambruk dan langsung tak sadarkan diri. Korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan namun nyawanya pun tak tertolong karena kondisinya kian lemah.

Toto melanjutkan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan terkait penyebab kejadian ini. Hingga kini belum ada sanksi untuk guru sekolah tersebut. "Sanksi baru akan diberikan setelah ada hasil penyelidikan," katanya.

Pihak keluarga, kata Toto, tidak berencana membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka menganggap kasus ini sudah adalah musibah dan sudah selesai. "Kami juga sudah berkunjung ke rumah duka," katanya.

Lintang meninggal saat mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Seorang guru berinisila W menanyakan kepada seluruh siswa yang tidak mengerjakan PR. Ada sekitar 13 siswa yang tidak mengerjakan, termasuk Lintang. Seluruh siswa dihukum dengan cara berlari mengelilingi lapangan.

Menurut penutusan kakeknya, Edo Suanda, Lintang baik-baik saja saat berangkat ke sekolah. Gadis remaja ini juga tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya. Namun menurut seorang guru di SMP Negeri 1 Palasah yang enggan disebutkan namanya, Lintang sudah dua hari tak bersekolah akibat sakit.
Share this post :

KLIK LIKE FB KAMI

TERPOPULER

 
Support : Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. SDIT GAMEEL AKHLAQ | TAMAN AL-QUR'AN DAN SAINS - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger